kemarin sekitar pukul 22.00 saya memutuskan untuk berjalan dari tempat fitness menuju kos-kosan yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh...
ditengah jalan saya kembali melihat sebuah pemandangan miris yang membuat saya bertanya, apakah ini sebenarnya?
singkat kata saat itu sedang terjadi sebuah kecelakaan, tabrakan antara 2 sepeda motor, entah bagaimana kejadiannya sekilas sembari jalan dan berlalu saya melihat satu orang terduduk lemas dengan bersimbah darah, dan dua orang yang berdebat dan sudah mulai mengepalkan tangannya, dan pemandangan yang paling menakjubkan adalah banyaknya orang yang berkerumun dengan wajah berbinar menyaksikan kejadian itu, yang seolah perduli tetapi dengan ekspresi muka yang seolah sedang menyaksikan film aksi secara langsung,
saya tidak tahu bagaimana akhir atau kapan akhir dari kejadian itu, karena saya hanya lewat saja,
dan banyaknya berita tentang kekerasan yang di dokumentasikan di dalam video handphone, di mana banyak sekali temannya yang menonton dan memberi semangat dengan cara berteriak-teriak agar salah satu dari mereka menang,
dan semuanya itu membuatku bertanya, apakah semua itu adalah sebuah tindakan kepedulian? atau sebuah kehausan manusia akan kebrutalan?
Kamis, 11 Juni 2009
kepedulian atau kehausan akan kebrutalan...
Diposting oleh joan of arc di 00.02 0 komentar
Kamis, 04 Juni 2009
agama
agama memiliki sebuah tembok yang membatasi semua yang di dalamnya dengan bagian luar, dan memiliki paham dimana semua yang diluar merupakan sebuah kesalahan,
mungkin ini benar, sebagai sebuah promosi dan iklan semua agama mengklaim bahwa mereka adalah yang paling benar, dengan tujuan untuk menguji kesetiaan mereka dan kepercayaan mereka, karena jika untuk hal-hal mendasar saja orang tidak bisa setia dan percaya dia tidak akan bisa setia dan percaya pada hal-hal lain.
sayangnya kenyataan sudah berbeda, tembok-tembok keagamaan sekarang menjadi seperti tembok kerajaan dimana setiap wilayah memiliki bendera masing-masing yang dijadikan sebuah identitas untuk berperang, sekali lagi disfungsi agama ( selain uang yang sudah terlebih dulu membuat agama menjadi busuk) membuat saya kembali bersyukur karena tidak berada dalam tembok-tembok itu, tetapi semua itu membuat dunia ini semakin terancam,karena perangyang akan menghancurkan dunia ini adalah perang atas nama agama.
sekarang saya selalu berharap semua yang dicita-citakan kaum illuminati segera terwujud, yaitu untuk merubuhkan semua tembok-tembok itu dan menyatukan semuanya di bawah tuhan yang baru yaitu sains, dan mewujudkan dunia yang baru, walaupun untuk mencapai itu dibutuhkan "kill a million to save a billion" tapi hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia yang berada hampir di titik kehancuran.
atau jika ternyata saya salah dan saya mendapatkan sebuah iman (sebagai sebuah anugrah yang sampai saat ini belum saya dapatkan) dan saya memutuskan untuk kembali ke jalan tuhan, saya akan menyembah tuhan yang satu tuhan yang tidak dibatasi oleh wadah sempit bernama agama.
*walau kemungkinan ini sangat lah kecil.
Diposting oleh joan of arc di 20.34 0 komentar
JALAN MENUJU SURGA
kita berjuang
kita berjibaku
kita bertarung
dalam jalan darah menuju surga
apa memang seperti itu
dengan karpet merah dari darah
hiasan tengkorak manusia di sisi jalan
tangga dari daging dan tulang belulang dari mayat-mayat berserakan
dan tembok yang terbuat dari batu-batu nisan korban persembahan
apa memang seperti itu jalan menuju surga
berapa banyak
yang harus kita korbankan demi mendapatkan tiket
100, 1000, 1.000.000
atau berapa
teman-temanku bisa sediakan banyak bahan peledak untukku
kita berjuang
kita berjibaku
kita bertarung
dalam jalan darah menuju surga
Diposting oleh joan of arc di 20.22 0 komentar
agama = belenggu
kita atau kalian hidup seperti hiu yang hidup di dalam sebuah akuarium, atau singa yang hidup dalam kebun binatang, tempat dimana kalian dibohongi, dibodohi, dirawat tetapi tidak pernah melihat luasnya samudra atau rimba, kalian seperti diberi simulasi hidup, kalian tidak pernah bisa merasakan bagaimana kalian sebenarnya harus menjadi, mungkin memang benar luasnya samudra itu bisa menenggelamkan kita, tetapi harus kau sadari bahwa samudra juga bisa memberikan berkat yang tiada batas, kalian tidak pernah bisa mengetahui potensi kalian sendiri, tidak pernah bisa mencapai batas maksimal kalian.
kalian tebelenggu oleh sebuah kandang bernama agama,
coba bayangkan apa yang bisa kita lakukan, kita mungkin bisa membuat mesin waktu, alat untuk membuat jantung kita terus berdetak, atau menemukan penghuni planet lain..atau apapun yang sebenarnya memajukan umat manusia tetapi dilarang oleh agama, dan tentu saja kalian takut oleh itu, mungkin memang akan menyebabkan pengorbanan, tapi dengan mengorbankan jutaan kita bisa mendapatkan miliaran.
mari kita lepaskan belenggu itu dan membentuk dunia yang baru, dunia yang indah, dunia yang sangat indah tanpa tuhan.
Diposting oleh joan of arc di 19.57 0 komentar
