pada awal sejarah manusia, ras manusia tidak memiliki sebuah ide tentang tuhannya, apalagi ide tentang penciptaan, kita mencari dengan merangkak dan meraba, tentang ide sebuah bentuk yang lebih maha daripada ras manusia itu sendiri, kita benar-benar buta akan pengetahuan itu.
Tetapi karena kebutuhan yang begitu besar tentang sebuah kemahaan, ras manusia mulai menyembah pohon, angin, batu atau apapun yang berasal dari alam yang disebut dengan dinamisme atau menyembah roh-roh gaib orang mati yang disebut dengan animisme, keduanya disebut sebagai agama mula-mula, agama manusia pertama, fondasi dasar agama manusia.
dan seiiring perkembangan jaman manusia merangkak sedikit demi sedikit lebih maju ke arah pemikiran tentang adanya seorang dewa, manusia mulai menyembah dewa-dewa, dari mulai dewa matahari, dewa perang juga ada dewi kesuburan dan banyak lagi, di masa ini manusia mulai menemui terang tentang ide sebuah penciptaan, yang katanya dewa dan dewi nya dekat dengan manusia.
dan pada "akhirnya" manusia mencapai sebuah ide tentang satu tuhan yang diwarnai pergolakan karena sangat di tentang oleh kaum pagan, agama baru ini "juga" mengatakan sangat dekat dengan manusia, dan akhirnya agama ini lah yang dikatakan sebagai yang terbenar diantara semua ide.
dari penggalan data fakta sejarah di atas akan muncul beberapa kemungkinan-kemungkinan tentang kebenaran pada agama monotheis sekarang,
1. jika kaum pagan mengaku dekat dan pernah melihat dewa-dewinya, kemana sekarang dewa-dewi itu pergi? apakah kaum pagan berbohong ?
apakah dewa dan dewi itu adalah rekayasa manusia ?
jika iya kenapa tidak mungkin jika kaum monotheis juga berbohong dan merekayasa tuhan mereka,
banyak yang mengatakan ide-ide dalam kitab suci itu adalah ide-ide terhebat yang tidak mungkin di karang manusia, tetapi jika kita melihat ide-ide dalam kepercayaan pagan, ide-ide pagan itu juga merupakan ide-ide hebat yang "tidak mungkin" dikarang manusia, tapi toh kepercayaan itu hilang, menjadi debu dan dilupakan seiriing hilangnya dewa-dewi mereka, jadi bisa dipastikan kalau pagan adalah rekayasa manusia
jadi apa kemungkinan yang muncul dari itu?
manusia sebenarnya memiliki kemampuan yang hebat dalam mengarang, karena buktinya mereka sudah pernah mengarang cerita tentang dewa-dewi yang banyak dalam kepercayaan pagan yang sangat luar biasa, jadi kenapa tidak kita manusia sedikit mengimprovisasi ide cerita banyak tuhan menjadi satu tuhan dengan di buat sedikit realistis dan resmi yang di catat dalam kitab.
2 jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda tentang ketuhanan, mungkin sebagian besar manusia monotheis masa kini akan menanggap/ berteori bahwa animisme / dinamisme dan pagan adalah kebohongan lalu tuhan monotheis menurunkan wahyu tentang tuhan yang sebenarnya.
oke, sedikit bisa diterima,
tapi jika melihat dari data dan fakta sejarah yang ada, akan muncul banyak sekali keganjilan dalam teori itu,
*keganjilan pertama adalah, dalam teori monotheis, manusia diciptakan oleh tuhan dan di buang ke bumi karena dosa-dosanya, dan sudah dipastikan juga kalau manusia pertama itu mengenal allah mereka, tapi menurut data-data yang merujuk pada fakta sejarah yang ada, agama manusia pertama adalah animisme, kita manusia perlu beberapa tahap untuk sampai pada monotheis,
ada ketidak cocokan antara fakta dan cerita disini, dan terserah pada kita akan mempercayai sebuah fakta atau cerita,
* keganjilan kedua adalah jika memang benar teori monotheis tentang tuhan mereka tentang tuhan monotheis yang meluruskan kebohongan kaum pagan, kenapa harus menunggu beribu" tahun untuk manusia mengenal tuhannya, kenapa harus dibiarkan merangkak ,meraba dan tersesat dalam animise/dinamisme dan paganisme yang toh pada akhirnya secara "tiba-tiba" kebenaran itu di bocorkan melalui perantara para nabi begitu saja ( bahkan sampai cerita akhir jaman ), seolah didalam cerita ini dunia memaksakan tuhan untuk membocorkan semua kebenaran yang ada, kenapa? karena mungkin manusia yang diciptakannya lebih menyembah berhala dan melupakan pencipta mereka, sehingga memaksa tuhan untuk membocorkan kebenaran itu,
lalu apa yang kita tangkap dari itu, tuhan membuat kesalahan dengan membiarkan manusia merangkak?
apakah sesuatu yang maha sempurna membuat kesalahan?
dari beberapa kemungkinan diatas salah satunya adalah kebenaran,
jika kita terus bertanya suatu hari pasti akan muncul sebuah titik dimana kita akan menemui sebuah persimpangan , dua jalan, yang satu jurang dan yang satu adalah kebenaran, jika kita salah akan sangat terlambat untuk kembali ke arah yang benar, dan bahkan tidak mungkin kita akan terperosok dalam jurang,
sekarang tergantung dari kita untuk memilih jalan yang mana,,
Selasa, 04 Agustus 2009
sebuah kesalahan ?
Diposting oleh joan of arc di 21.01 0 komentar
hoist the color
The king and his men
stole the queen from her bed
and bound her in her Bones.
The seas be ours
and by the powers
where we will well roam.
Yo, ho, haul together,
hoist the colors high.
Heave ho, thieves and beggars,
never say we die.
Some men have died
and some are alive
and others sail on the sea
with the keys to the cage...
and the Devil to pay
we lay to Fiddler's Green!
The bell has been raised
from it's watery grave...
Do you hear it's sepulchral tone?
We are a call to all,
pay head the squall
and turn your sail toward home!
Yo, ho, haul together,
hoist the colors high.
Heave ho, thieves and beggars,
never shall we die.
Diposting oleh joan of arc di 21.00 0 komentar
mencoba hidup,,atau mencoba mati
beberapa hari yang lalu, disebuah acara debat di tv, mereka mengangkat sebuah tema menarik,
tentang sebuah negara yang hancur.
dan kenapa itu semua bisa terjadi,
awalnya keberadaan negara itu tidak dirasakan kebutuhannya, akhirnya rakyatnya mencari banyak alternatif pemenuh kebutuhan lain, lalu melupakan negara itu, dan akhirnya negara itu hancur dan membubarkan diri.
saya tidak akan mengangkat kembali tema itu disini, tapi saya akan mengangkat tema yang hampir mirip dengan itu tetapi dengan ruang lingkup yang berbeda.
tuhan dan agama,
hari ini jika kita melihat ke dalam diri kita, apakah sosok tuhan masih menjadi tokoh central dalam kehidupan kita?
apakah segala langkah dan perbuatan kita masih melibatkan dan membutuhkan tuhan?
bukankah kita bekerja untuk makan,
berusaha untuk mendapatkan sesuatu ( yg terkadang menghalalkan segala cara ),
dan bergerak untuk mencari jalan,
lalu dimana posisi tuhan?
supporting artist??
yya mungkin tuhan sekarang bukan lagi tokoh utama, tuhan sudah menjadi tokoh figuran dalam kehidupan kita, yang jikapun kita lupakan dan sisihkan tidak akan mempengaruhi kehidupan kita.
dan kita pun mulai mencari jalan dan tokoh utama lain yang memberikan kita kehidupan dan pengharapan baru,
uang mungkin adalah bentuk baru tuhan kita, ( yang bahkan tuhan pun mulai dijadikan sebuah komuditas uang ),
kenapa tidak kalian akui, bahwa sebenarnya bukan kaum atheis atau kaum satanis atau kaum apalah yang membunuh tuhan
tapi kalian sendiri, yang secara tidak kalian sadari telah membunuh tuhan.
sama seperti kaum pagan yang menyadari bahwa tuhan" mereka tidak lebih hebat dari satu tuhan yang maha segala"nya, kita juga mulai menyadari bahwa tuhan tidak lebih penting daripada uang,
berapa banyak manusia hari ini yang MELUPAKAN tuhan untuk uang?
mungkin menghitungnya akan sama sulitnya dengan menghitung jumlah bintang atau jumlah pasir di sahara.
lalu apakah sebenarnya kita ini mencoba untuk mencapai hidup yang lebih baik atau kita sedang menuju kehancuran?
Diposting oleh joan of arc di 20.59 0 komentar
Kamis, 11 Juni 2009
kepedulian atau kehausan akan kebrutalan...
kemarin sekitar pukul 22.00 saya memutuskan untuk berjalan dari tempat fitness menuju kos-kosan yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh...
ditengah jalan saya kembali melihat sebuah pemandangan miris yang membuat saya bertanya, apakah ini sebenarnya?
singkat kata saat itu sedang terjadi sebuah kecelakaan, tabrakan antara 2 sepeda motor, entah bagaimana kejadiannya sekilas sembari jalan dan berlalu saya melihat satu orang terduduk lemas dengan bersimbah darah, dan dua orang yang berdebat dan sudah mulai mengepalkan tangannya, dan pemandangan yang paling menakjubkan adalah banyaknya orang yang berkerumun dengan wajah berbinar menyaksikan kejadian itu, yang seolah perduli tetapi dengan ekspresi muka yang seolah sedang menyaksikan film aksi secara langsung,
saya tidak tahu bagaimana akhir atau kapan akhir dari kejadian itu, karena saya hanya lewat saja,
dan banyaknya berita tentang kekerasan yang di dokumentasikan di dalam video handphone, di mana banyak sekali temannya yang menonton dan memberi semangat dengan cara berteriak-teriak agar salah satu dari mereka menang,
dan semuanya itu membuatku bertanya, apakah semua itu adalah sebuah tindakan kepedulian? atau sebuah kehausan manusia akan kebrutalan?
Diposting oleh joan of arc di 00.02 0 komentar
Kamis, 04 Juni 2009
agama
agama memiliki sebuah tembok yang membatasi semua yang di dalamnya dengan bagian luar, dan memiliki paham dimana semua yang diluar merupakan sebuah kesalahan,
mungkin ini benar, sebagai sebuah promosi dan iklan semua agama mengklaim bahwa mereka adalah yang paling benar, dengan tujuan untuk menguji kesetiaan mereka dan kepercayaan mereka, karena jika untuk hal-hal mendasar saja orang tidak bisa setia dan percaya dia tidak akan bisa setia dan percaya pada hal-hal lain.
sayangnya kenyataan sudah berbeda, tembok-tembok keagamaan sekarang menjadi seperti tembok kerajaan dimana setiap wilayah memiliki bendera masing-masing yang dijadikan sebuah identitas untuk berperang, sekali lagi disfungsi agama ( selain uang yang sudah terlebih dulu membuat agama menjadi busuk) membuat saya kembali bersyukur karena tidak berada dalam tembok-tembok itu, tetapi semua itu membuat dunia ini semakin terancam,karena perangyang akan menghancurkan dunia ini adalah perang atas nama agama.
sekarang saya selalu berharap semua yang dicita-citakan kaum illuminati segera terwujud, yaitu untuk merubuhkan semua tembok-tembok itu dan menyatukan semuanya di bawah tuhan yang baru yaitu sains, dan mewujudkan dunia yang baru, walaupun untuk mencapai itu dibutuhkan "kill a million to save a billion" tapi hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia yang berada hampir di titik kehancuran.
atau jika ternyata saya salah dan saya mendapatkan sebuah iman (sebagai sebuah anugrah yang sampai saat ini belum saya dapatkan) dan saya memutuskan untuk kembali ke jalan tuhan, saya akan menyembah tuhan yang satu tuhan yang tidak dibatasi oleh wadah sempit bernama agama.
*walau kemungkinan ini sangat lah kecil.
Diposting oleh joan of arc di 20.34 0 komentar
JALAN MENUJU SURGA
kita berjuang
kita berjibaku
kita bertarung
dalam jalan darah menuju surga
apa memang seperti itu
dengan karpet merah dari darah
hiasan tengkorak manusia di sisi jalan
tangga dari daging dan tulang belulang dari mayat-mayat berserakan
dan tembok yang terbuat dari batu-batu nisan korban persembahan
apa memang seperti itu jalan menuju surga
berapa banyak
yang harus kita korbankan demi mendapatkan tiket
100, 1000, 1.000.000
atau berapa
teman-temanku bisa sediakan banyak bahan peledak untukku
kita berjuang
kita berjibaku
kita bertarung
dalam jalan darah menuju surga
Diposting oleh joan of arc di 20.22 0 komentar
agama = belenggu
kita atau kalian hidup seperti hiu yang hidup di dalam sebuah akuarium, atau singa yang hidup dalam kebun binatang, tempat dimana kalian dibohongi, dibodohi, dirawat tetapi tidak pernah melihat luasnya samudra atau rimba, kalian seperti diberi simulasi hidup, kalian tidak pernah bisa merasakan bagaimana kalian sebenarnya harus menjadi, mungkin memang benar luasnya samudra itu bisa menenggelamkan kita, tetapi harus kau sadari bahwa samudra juga bisa memberikan berkat yang tiada batas, kalian tidak pernah bisa mengetahui potensi kalian sendiri, tidak pernah bisa mencapai batas maksimal kalian.
kalian tebelenggu oleh sebuah kandang bernama agama,
coba bayangkan apa yang bisa kita lakukan, kita mungkin bisa membuat mesin waktu, alat untuk membuat jantung kita terus berdetak, atau menemukan penghuni planet lain..atau apapun yang sebenarnya memajukan umat manusia tetapi dilarang oleh agama, dan tentu saja kalian takut oleh itu, mungkin memang akan menyebabkan pengorbanan, tapi dengan mengorbankan jutaan kita bisa mendapatkan miliaran.
mari kita lepaskan belenggu itu dan membentuk dunia yang baru, dunia yang indah, dunia yang sangat indah tanpa tuhan.
Diposting oleh joan of arc di 19.57 0 komentar
