THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 04 Agustus 2009

mencoba hidup,,atau mencoba mati

beberapa hari yang lalu, disebuah acara debat di tv, mereka mengangkat sebuah tema menarik,
tentang sebuah negara yang hancur.
dan kenapa itu semua bisa terjadi,
awalnya keberadaan negara itu tidak dirasakan kebutuhannya, akhirnya rakyatnya mencari banyak alternatif pemenuh kebutuhan lain, lalu melupakan negara itu, dan akhirnya negara itu hancur dan membubarkan diri.

saya tidak akan mengangkat kembali tema itu disini, tapi saya akan mengangkat tema yang hampir mirip dengan itu tetapi dengan ruang lingkup yang berbeda.

tuhan dan agama,
hari ini jika kita melihat ke dalam diri kita, apakah sosok tuhan masih menjadi tokoh central dalam kehidupan kita?
apakah segala langkah dan perbuatan kita masih melibatkan dan membutuhkan tuhan?
bukankah kita bekerja untuk makan,
berusaha untuk mendapatkan sesuatu ( yg terkadang menghalalkan segala cara ),
dan bergerak untuk mencari jalan,

lalu dimana posisi tuhan?
supporting artist??
yya mungkin tuhan sekarang bukan lagi tokoh utama, tuhan sudah menjadi tokoh figuran dalam kehidupan kita, yang jikapun kita lupakan dan sisihkan tidak akan mempengaruhi kehidupan kita.
dan kita pun mulai mencari jalan dan tokoh utama lain yang memberikan kita kehidupan dan pengharapan baru,
uang mungkin adalah bentuk baru tuhan kita, ( yang bahkan tuhan pun mulai dijadikan sebuah komuditas uang ),
kenapa tidak kalian akui, bahwa sebenarnya bukan kaum atheis atau kaum satanis atau kaum apalah yang membunuh tuhan
tapi kalian sendiri, yang secara tidak kalian sadari telah membunuh tuhan.

sama seperti kaum pagan yang menyadari bahwa tuhan" mereka tidak lebih hebat dari satu tuhan yang maha segala"nya, kita juga mulai menyadari bahwa tuhan tidak lebih penting daripada uang,
berapa banyak manusia hari ini yang MELUPAKAN tuhan untuk uang?
mungkin menghitungnya akan sama sulitnya dengan menghitung jumlah bintang atau jumlah pasir di sahara.

lalu apakah sebenarnya kita ini mencoba untuk mencapai hidup yang lebih baik atau kita sedang menuju kehancuran?

0 komentar: