THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 15 Januari 2010

mengharap surga,,,

disuatu malam yang penuh hingar bingar di sebuah pulau yang indah seorang pria tampak tegang menunggu sesuatu ditengah-tengah orang-orang yang menikmati indahnya lampu kota malam hari,, pria itu terus mengeluarkan keringat disukujur tubuhnya,, sembari mengucap kan sesuatu setengah berbisik yang membuat bibirnya terus bergerak,, dalam mobilnya dia terus menunggu waktu yang hanya sekitar 5 menit lagi tapi mungkin terasa seperti 5 hari,,
akhirnya waktunya telah tiba,, sesuatu yang dibawa pria itu meledak,, memuntahkan bergagai macam paku, gotri dan besi besi kecil lainnya,yang dipacu oleh c4,, semua yang ada disekitarnya menjadi korban tidak perduli laki-laki,, perempuan,, atau security yang menjaga tempat itu,, pria itu tidak menyesal,, keluarganya pun bahagia,, karena pria muda tadi akan masuk ke surga lewat jalan yang sangat lapang dan singkat.
ilustrasi diatas menunjukan betapa gelap matanya manusia akan kemegahan surga, yang terkadang sampai menyingkirkan nalarnya, karena jika menyelidiki tentang syarat untuk kesurga dan disinergikan dengan sifat dasar manusia,, tempat itu adalah BUKAN untuk manusia.

coba sedikit kita bertanya dan menggunakan sedikit nalar,,

1. surga mana kah yang asli,,??
islam memiliki surga mereka,, dengan syarat" mereka sendiri,, dan promo mereka sendiri,, begitu jg dengan kristen,, dan semua agama lain seperti budha yang harus mengalami pemurnian dalam reinkarnasi dan lain",,
lalu surga manakah yang benar??
ada berapa banyak surga??
atau surga merupakan tempat dengan blok" seperti kuburan??

2.dimana letak surga?
dalam alam roh,, dimana tubuh kita tidak ikut didalamnya,, lalu kenapa hal" yang dijanjikan tentang surga itu selalu tempat yang indah dengan sungai mengalir ,, alam yang hijau dan semua fasilitas,,
hei yang bisa merasakan, melihat alam dan sungai" itu mata,, kulit kita atau syaraf bahagia dalam otak kita,,jadi bagaimana bisa roh yang tidak berwujud bisa merasakan itu ( hal ini jg berlaku pada neraka, yang membuat kita merasakan panas,, sakit dan lain" itu kulit dan syaraf sakit diotak kita bukan roh )
atau kita akan dibangkitkan dan direkondisi ketika akan memasuki surga,, jadi surga itu tempat yang berwujud nyata?
dimana letaknya?

3. syarat masuk surga,,
dalam semua agama syarat-syarat lain selain mengimani tuhan mereka masing-masing,, syaratnya adalah berbuat berbagai macam hal yang sepertinya hanya bisa dijalankan oleh suatu makhluk yang sempurna ( yang tentunya bukan manusia,, karena manusia bukanlah makhluk sempurna ),,

ambil contoh =
*didalam kristen contoh perbuatan yang bisa dikategorikan dalam syarat masuk surga :
tubuh kita adalah bait allah yang mengharuskan kita untuk menjaganya,, jika kita menyakiti tubuh kita kita juga mengotori bait allah,, jika kita merokok itu akan termasuk dalam perusakan tubuh,
rokok?? oke itu bisa diterima,, bagaimana jika fast food??
atau makanan lain seperti mie instan yang mungkin menimbulkan kanker atau penyakit jantung atau lainnya??
atau jika kita adalah seorang pemain tinju atau olahraga keras lainnya??
-kita sudah dicoret dari daftar surga,,
*didalam kristen lagi , menurut perkataan jesus kristus kepada murid"nya tentang bahwa penghuni surga adalah anak" kecil itu atau mereka yang seperti anak" itu,, tentu saja itu merupakan sebuah perumpamaan,, karena anak" melambangkan sesuatu yang polos dan naif yang tidak pernah meragukan sesuatu atau percaya penuh pada sesuatu,, atau bisa diumpamakan anak" kecil itu adalah sesuatu yang jauh dari dosa,,
apakah ada yang merasa seperti itu dalam kehidupan kita di jaman ini?? karena mungkin dijaman ini anak" kecil sudah melakukan banyak hal berdosa ( menurut agama ) sama / lebih banyak daripada kita,,

*sedang didalam islam,,Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.
terlihat sederhana, tapi yang merupakan amalan saleh itu sangat banyak,,
mungkin kita bisa membicarakan sesuatu yang merusak amal saleh itu sendiri,, atau sesuatu yang dilarang,,
a) Istighalu bi uyubil khalqi. Sibuk mengurus kesalahan orang lain. Semua kesalahan orang lain, sekecil apa pun, diketahui. Tapi kesalahan sendiri, sebesar apa pun, dilupakan. Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak, kata peribahasa. Akibatnya, seseorang atau setiap orang sibuk mencari, mencatat, menggugat dan mempermasalahkan kesalahan orang lain. Sehingga persoalan tak beres-beres. Apalagi jika orang yang bersalah itu tidak mau menerima koreksi dari orang lain yang dianggapnya sama-sama punya kesalahan.

b) Qaswatul qulub, keras hati. Ini akibat dihinggapi anasir-anasir riya, ujub, takabbur dan hasud. Pemilik hati yang berpenyakit itu, sangat menganggu keharmonisan hidup bersama. Sebab selalu ingin menonjolkan diri ingin mendapat pujian (riya), menganggap remeh orang lain (takabbur), merasa hebat sendiri tanpa memerlukan orang lain (ujub), tak suka melihat orang lain punya kelebihan (hasud).

c) Hubbud dunya, cinta dunia. Sangat mementingkan materi, tanpa memedulikan urusan halal dan haram. Yang penting banyak uang, banyak kekayaan. Tanggung jawab di akhirat, bagaimana nanti. Yang penting, ambisi-ambisi duniawi terpenuhi. Sudah kaya raya, ingin mempunyai jabatan pula. Sudah meraih jabatan, ingin berkuasa pula. Begitu terus tak ada ujungnya.

d) Qillatul haya, tak punya rasa malu. Berbuat apa saja, termasuk melanggar hukum dan norma, acuh tak acuh saja. Korupsi, kolusi, nepotisme, dilakukan terang-terangan. Berbohong, manipulasi, menyembunyikan kebenaran, sudah menjadi kebiasaan. Berbuat mesum dan merusak etika tata krama, tanpa tedeng aling-aling. Berbagai alasan disediakan untuk melegitimasi hal-hal itu. Tapi semuanya tetap mengacu kepada ketiadaan rasa malu.

e) Thulul amal, panjang angan-angan. Mengumbar ambisi dan rencana tanpa ditunjang kesiapan perangkat yang memadai. Hanya mengandalkan fantasi dan untung-untungan. Siapa tahu ada invisible hand yang tiba-tiba datang mengulurkan bantuan untuk mewujudkan semua khayalan. Di tengah situasi dan kondisi hukum yang rancu, keadilan tidak merata, dan kejujuran hanya sebatas omong kosong, mungkin saja perilaku gambling dapat mendatangkan hasil di luar dugaan.

f) Dzalimu la yantahi, berbuat zalim tanpa henti. Dzalimu li nafsi (zalim kepada diri sendiri), yaitu merusak hak dan kewajiban diri sendiri sebagai hamba Allah SWT yang harus taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dzalimu lil insan, zalim kepada sesama manusia, selalu berbuat hal-hal yang merugikan orang lain. Dzalimu lillahi ta’ala, zalim kepada Allah SWT, membangkang kepada segala perintah-Nya untuk berbuat baik dan benar, serta melanggar larangan-Nya untuk menjauhi segala yang diharamkan. Sikap zalim terus-menerus ini, akan menjadi sumber bencana kehancuran tatanan hidup manusia dan kemanusiaan yang menyeluruh. Q.S. Yunus:13 menyatakan, kehancuran umat terdahulu disebabkan mereka terbiasa berbuat zalim.

walau pun cuma 6 tapi jika dipecah menjadi sub-sub lagi akan menjadi teramat sangat banyak,,
ambil contoh membicarakan orang lain yang termasuk Istighalu bi uyubil khalq,,
yang hampir kita lakukan setiap menit,,
atau memikirkan hal-hal dunia ( seperti bekerja ) sampai melupakan sholat yang termasuk dalam perbuatan Hubbud dunya,, dan masih banyak lagi yang membuat kita semua juga dipastikan tercoret dalam daftar surga,,

mungkin sebagian beralasan bahwa kita juga punya pahala atau perbuatan baik yg kita lakukan untuk menutupi dosa kita,,
silahkan kalkulasikan sendiri perbandingan dosa dan amal baik kita,, yang PASTI dosa yang jauh lebih banyak,, jika memang surga merupakan perhitungan kalkulasi baik buruk atau hitam putih,,
dan sangatlah beralasan jika kita melakukan semua hal-hal itu,, karena sifat dasar manusia adalah nyaris sama dengan binatag,, sangat liar,,

jadi menurut saya surga yang ada didalam kitab merupakan perumpamaan tentang kehidupan bahagia dan tenang dan sehat kita jika kita melakukan hal-hal yang baik dan sebaliknya neraka adalah suatu keadaan tidak menyenangkan dimana kita tertekan atau sebuah perasaan bersalah ketika kita melakukan hal yang buruk,,dan masa depan kita yang suram jika kita tidak menjalani kehidupan kita dengan buruk dan tidak teratur,,
atau contoh dibenci orang karena suka membicarakan orang lain sehingga kita dikucilkan dan dengan kata lain menyusahkan diri kita,,
atau contoh lain Thulul amal, kita tidak akan menjadi orang yang sukses jika kita berbuat seperti itu,,
karena memang benar seperti apa kata kitab,, apa yang kita tuai adalah apa yang kita tabur,, tetapi semua itu terjadi dibumi tidak di surga atau di neraka,,

yang manakah kalian?

Menjadi Manusia Kebanyakan atau Menjadi Manusia Unggul [Regelmäßiger Mann zu sein, oder überlegener Mann zu sein]

Tulisan kali ini memiliki kaitan dengan pemikiran Friedrich Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra, salah satu buku yang menjadi simbol awal kehancuran modernisme [dunia yang mengganggap bahwa kebenaran hanya ada "satu"], dan pengantar ke dunia postmodernisme [dunia yang mengganggao bahwa terdapat pluralitas kebenaran].

Dalam Thus Spoke Zarathustra -nya, Nietzsche berkali-kali menyindir tentang mayoritas manusia zaman sekarang, yang terlalu puas dengan dirinya sendiri, dan terlalu puas dengan kondisi sosial yang membentuk dirinya.

Nietzsche menekankan pentingnya peran seorang individu dalam dua hal:
1. Mendobrak batas-batas baik dan buruk dirinya sendiri. Untuk menjadi individu yang "melebihi" dirinya sendiri. "Melebihi" ekspektasinya sendiri. Menjadi ubermensch.
2. Membentuk "nilai-nilai". Daripada mencoba mengikuti "nilai-nilai masyarakat kebanyakan", Nietzsche merindukan individu yang yang membentuk nilai-nilai, berupaya mendobrak tatanan nilai yang sudah mapan, dan muncul ke permukaan dengan nilai-nilainya tersebut, untuk menjadi "cahaya" yang menerangi peradaban manusia, yang kata Nietzsche, sudah "diinfiltrasi" oleh terlalu banyak kehadiran tuhan-tuhan palsu.
Dan ketika seorang individu telah melebihi dirinya sendiri, bahkan dalam terminologi baik dan buruk sekalipun, serta membentuk nilai-nilai yang baru, nilai-nilai yang "tidak sama" dengan nilai masyarakat kebanyakan, ada tugas-tugas yang lebih spesifik bagi sang manusia unggul tersebut.
Yaitu:

Membunuh tuhan-tuhan palsu
Minimal dilakukan dalam diri sendiri, untuk kemudian, menjadi contoh bagi orang-orang yang lain tentang buruknya efek tuhan-tuhan palsu. Tuhan palsu yang dimaksudkan Nietzsche di sini adalah "kesepakatan-kesepakatan" "pendapat-pendapat umum" baik yang tertulis, maupun yang tidak tertulis. Baik yang "melembaga" maupun "tidak melembaga namun mengakar secara tradisional". Tuhan-tuhan palsu ini, menjadi "ruh" yang dipuja-puji dalam kehidupan manusia, menggantikan Tuhan yang Esa. Karena itu, manusia harus muncul ke permukaan, untuk membunuh tuhan-tuhan palsu.

Seperti yang diutarakan sebelumnya, Nietzsche mengungkapkan, terdapat dua jenis manusia, manusia unggul dan manusia kebanyakan.
Klasifikasi yang diberikan Nietzsche ini, tidak sama dengan klasifikasi hitam-putih yang terdapat di dunia masa kini seperti kaya-miskin, baik-buruk, sukses-gagal. Klasifikasi dari Nietzsche ini melampaui konsep-konsep sederhana dari realitas.

Nietzsche menyatakan bahwa kesuksesan sejati adalah kesuksesan yang dibawa oleh manusia unggul. Manusia unggul hidup berdasarkan nilai yang dicita-citakan, membuat dunia sekitarnya lebih berwarna, dan hidup dengan "memberi kehidupan" kepada banyak orang, bukan dengan "mengemis kehidupan". Namun, di lain sisi, manusia unggul memikul beban yang sangat berat. Beban dari nilai-nilai yang ditanggungnya, beban dari masalah-masalah sosial yang tidak terselesaikan dan/atau tidak dapat dilihat oleh mata orang-orang biasa.

Sebagai antitesis dari manusia unggul, ialah manusia kebanyakan. Menurut Nietzsche, manusia kebanyakan adalah manusia yang sering mengakui dirinya unik, punya ciri khas, ingin diakui, ingin bahagia, ingin selamat, ingin harmonis, tapi selalu mengekor di balik bayang-bayang mayoritas, dan menutupi ego-egonya yang berbahaya dengan label "legalitas di mata mayoritas". Manusia kebanyakan adalah golongan manusia yang paling sedikit "mencipta" bagi peradaban manusia. Manusia kebanyakan manja karena memilih hidup bahagia, hidup sederhana dan simpel, tidak berani mengambil tikungan-tikungan tajam, jalan-jalan gelap, maupun lautan-lautan tanpa ujung karena hanya bermain di wilayah pendapat umum dan wilayah mayoritas yang nyaman.

Itu adalah dua jenis klasifikasi manusia yang ditawarkan Nietzsche. Nietzsche berkata, jumlah orang kaya, jumlah orang pintar, jumlah orang baik, bisa saja terus meningkat, bisa saja bisa dikatakan lebih banyak dari jumlah orang miskin, orang bodoh, orang buruk dan seterusnya, tetapi jumlah dari manusia unggul akan selalu sedikit. Manusia unggul adalah spesies yang langka. Yang hanya terdapat satu atau dua saja di dalam kelompok-kelompok besar manusia.

manusia yang terus menerus berfikir dirinya adalah budak ( slave morality ) akan melemahkan ras manusia itu sendiri, dan yang menanti di ujung hanyalah sebuah kehancuran ras manusia itu sendiri, dimulai dari bencana besar yang terjadi jika orang-orang unggul ( yang notabene jumlahnya lebih sedikit ) menemukan sebuah tatanan dan pemikiran kehidupan baru, yang membunuh dan memusnahkan secara total pemahanan ketuhanan yang lama dengan yang baru ( atau lebih tepatnya ketuhanan yang tanpa tuhan ) manusia unggul yang telah dengan baik menyiapkan dirinya pasti akan bertahan, tapi bagaimana dengan mayoritas manusia pada umumnya?
ask to your self,
jika apa yang kalian percayai itu runtuh, kemana lagi kalian akan "mengemis kehidupan"?
apa kalian bisa bertahan?
genosida bukan hanya sebuah pandemi ( yang saat ini "mungkin" saja sudah berjalan sedikit demi sedikit ), tapi juga wabah yang menyerang tatanan dan menghancurkan ras manusia berdasarkan pemikirannya sendiri.
dan yang bertahan dari bencana ini hanyalah orang-orang unggul yang akan membangun tatanan kehidupan baru ( new world order ), dan yang musnah adalah korban yang dibutuhkan untuk menjadi fondasi kehidupan baru secara sendirinya ( kill a million to save a billion )

Selasa, 04 Agustus 2009

sebuah kesalahan ?

pada awal sejarah manusia, ras manusia tidak memiliki sebuah ide tentang tuhannya, apalagi ide tentang penciptaan, kita mencari dengan merangkak dan meraba, tentang ide sebuah bentuk yang lebih maha daripada ras manusia itu sendiri, kita benar-benar buta akan pengetahuan itu.
Tetapi karena kebutuhan yang begitu besar tentang sebuah kemahaan, ras manusia mulai menyembah pohon, angin, batu atau apapun yang berasal dari alam yang disebut dengan dinamisme atau menyembah roh-roh gaib orang mati yang disebut dengan animisme, keduanya disebut sebagai agama mula-mula, agama manusia pertama, fondasi dasar agama manusia.
dan seiiring perkembangan jaman manusia merangkak sedikit demi sedikit lebih maju ke arah pemikiran tentang adanya seorang dewa, manusia mulai menyembah dewa-dewa, dari mulai dewa matahari, dewa perang juga ada dewi kesuburan dan banyak lagi, di masa ini manusia mulai menemui terang tentang ide sebuah penciptaan, yang katanya dewa dan dewi nya dekat dengan manusia.

dan pada "akhirnya" manusia mencapai sebuah ide tentang satu tuhan yang diwarnai pergolakan karena sangat di tentang oleh kaum pagan, agama baru ini "juga" mengatakan sangat dekat dengan manusia, dan akhirnya agama ini lah yang dikatakan sebagai yang terbenar diantara semua ide.

dari penggalan data fakta sejarah di atas akan muncul beberapa kemungkinan-kemungkinan tentang kebenaran pada agama monotheis sekarang,

1. jika kaum pagan mengaku dekat dan pernah melihat dewa-dewinya, kemana sekarang dewa-dewi itu pergi? apakah kaum pagan berbohong ?
apakah dewa dan dewi itu adalah rekayasa manusia ?
jika iya kenapa tidak mungkin jika kaum monotheis juga berbohong dan merekayasa tuhan mereka,
banyak yang mengatakan ide-ide dalam kitab suci itu adalah ide-ide terhebat yang tidak mungkin di karang manusia, tetapi jika kita melihat ide-ide dalam kepercayaan pagan, ide-ide pagan itu juga merupakan ide-ide hebat yang "tidak mungkin" dikarang manusia, tapi toh kepercayaan itu hilang, menjadi debu dan dilupakan seiriing hilangnya dewa-dewi mereka, jadi bisa dipastikan kalau pagan adalah rekayasa manusia
jadi apa kemungkinan yang muncul dari itu?
manusia sebenarnya memiliki kemampuan yang hebat dalam mengarang, karena buktinya mereka sudah pernah mengarang cerita tentang dewa-dewi yang banyak dalam kepercayaan pagan yang sangat luar biasa, jadi kenapa tidak kita manusia sedikit mengimprovisasi ide cerita banyak tuhan menjadi satu tuhan dengan di buat sedikit realistis dan resmi yang di catat dalam kitab.

2 jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda tentang ketuhanan, mungkin sebagian besar manusia monotheis masa kini akan menanggap/ berteori bahwa animisme / dinamisme dan pagan adalah kebohongan lalu tuhan monotheis menurunkan wahyu tentang tuhan yang sebenarnya.

oke, sedikit bisa diterima,
tapi jika melihat dari data dan fakta sejarah yang ada, akan muncul banyak sekali keganjilan dalam teori itu,

*keganjilan pertama adalah, dalam teori monotheis, manusia diciptakan oleh tuhan dan di buang ke bumi karena dosa-dosanya, dan sudah dipastikan juga kalau manusia pertama itu mengenal allah mereka, tapi menurut data-data yang merujuk pada fakta sejarah yang ada, agama manusia pertama adalah animisme, kita manusia perlu beberapa tahap untuk sampai pada monotheis,
ada ketidak cocokan antara fakta dan cerita disini, dan terserah pada kita akan mempercayai sebuah fakta atau cerita,

* keganjilan kedua adalah jika memang benar teori monotheis tentang tuhan mereka tentang tuhan monotheis yang meluruskan kebohongan kaum pagan, kenapa harus menunggu beribu" tahun untuk manusia mengenal tuhannya, kenapa harus dibiarkan merangkak ,meraba dan tersesat dalam animise/dinamisme dan paganisme yang toh pada akhirnya secara "tiba-tiba" kebenaran itu di bocorkan melalui perantara para nabi begitu saja ( bahkan sampai cerita akhir jaman ), seolah didalam cerita ini dunia memaksakan tuhan untuk membocorkan semua kebenaran yang ada, kenapa? karena mungkin manusia yang diciptakannya lebih menyembah berhala dan melupakan pencipta mereka, sehingga memaksa tuhan untuk membocorkan kebenaran itu,
lalu apa yang kita tangkap dari itu, tuhan membuat kesalahan dengan membiarkan manusia merangkak?
apakah sesuatu yang maha sempurna membuat kesalahan?

dari beberapa kemungkinan diatas salah satunya adalah kebenaran,

jika kita terus bertanya suatu hari pasti akan muncul sebuah titik dimana kita akan menemui sebuah persimpangan , dua jalan, yang satu jurang dan yang satu adalah kebenaran, jika kita salah akan sangat terlambat untuk kembali ke arah yang benar, dan bahkan tidak mungkin kita akan terperosok dalam jurang,
sekarang tergantung dari kita untuk memilih jalan yang mana,,

hoist the color

The king and his men
stole the queen from her bed
and bound her in her Bones.
The seas be ours
and by the powers
where we will well roam.

Yo, ho, haul together,
hoist the colors high.
Heave ho, thieves and beggars,
never say we die.

Some men have died
and some are alive
and others sail on the sea
with the keys to the cage...
and the Devil to pay
we lay to Fiddler's Green!

The bell has been raised
from it's watery grave...
Do you hear it's sepulchral tone?
We are a call to all,
pay head the squall
and turn your sail toward home!

Yo, ho, haul together,
hoist the colors high.
Heave ho, thieves and beggars,
never shall we die.

mencoba hidup,,atau mencoba mati

beberapa hari yang lalu, disebuah acara debat di tv, mereka mengangkat sebuah tema menarik,
tentang sebuah negara yang hancur.
dan kenapa itu semua bisa terjadi,
awalnya keberadaan negara itu tidak dirasakan kebutuhannya, akhirnya rakyatnya mencari banyak alternatif pemenuh kebutuhan lain, lalu melupakan negara itu, dan akhirnya negara itu hancur dan membubarkan diri.

saya tidak akan mengangkat kembali tema itu disini, tapi saya akan mengangkat tema yang hampir mirip dengan itu tetapi dengan ruang lingkup yang berbeda.

tuhan dan agama,
hari ini jika kita melihat ke dalam diri kita, apakah sosok tuhan masih menjadi tokoh central dalam kehidupan kita?
apakah segala langkah dan perbuatan kita masih melibatkan dan membutuhkan tuhan?
bukankah kita bekerja untuk makan,
berusaha untuk mendapatkan sesuatu ( yg terkadang menghalalkan segala cara ),
dan bergerak untuk mencari jalan,

lalu dimana posisi tuhan?
supporting artist??
yya mungkin tuhan sekarang bukan lagi tokoh utama, tuhan sudah menjadi tokoh figuran dalam kehidupan kita, yang jikapun kita lupakan dan sisihkan tidak akan mempengaruhi kehidupan kita.
dan kita pun mulai mencari jalan dan tokoh utama lain yang memberikan kita kehidupan dan pengharapan baru,
uang mungkin adalah bentuk baru tuhan kita, ( yang bahkan tuhan pun mulai dijadikan sebuah komuditas uang ),
kenapa tidak kalian akui, bahwa sebenarnya bukan kaum atheis atau kaum satanis atau kaum apalah yang membunuh tuhan
tapi kalian sendiri, yang secara tidak kalian sadari telah membunuh tuhan.

sama seperti kaum pagan yang menyadari bahwa tuhan" mereka tidak lebih hebat dari satu tuhan yang maha segala"nya, kita juga mulai menyadari bahwa tuhan tidak lebih penting daripada uang,
berapa banyak manusia hari ini yang MELUPAKAN tuhan untuk uang?
mungkin menghitungnya akan sama sulitnya dengan menghitung jumlah bintang atau jumlah pasir di sahara.

lalu apakah sebenarnya kita ini mencoba untuk mencapai hidup yang lebih baik atau kita sedang menuju kehancuran?

Kamis, 11 Juni 2009

kepedulian atau kehausan akan kebrutalan...

kemarin sekitar pukul 22.00 saya memutuskan untuk berjalan dari tempat fitness menuju kos-kosan yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh...

ditengah jalan saya kembali melihat sebuah pemandangan miris yang membuat saya bertanya, apakah ini sebenarnya?
singkat kata saat itu sedang terjadi sebuah kecelakaan, tabrakan antara 2 sepeda motor, entah bagaimana kejadiannya sekilas sembari jalan dan berlalu saya melihat satu orang terduduk lemas dengan bersimbah darah, dan dua orang yang berdebat dan sudah mulai mengepalkan tangannya, dan pemandangan yang paling menakjubkan adalah banyaknya orang yang berkerumun dengan wajah berbinar menyaksikan kejadian itu, yang seolah perduli tetapi dengan ekspresi muka yang seolah sedang menyaksikan film aksi secara langsung,
saya tidak tahu bagaimana akhir atau kapan akhir dari kejadian itu, karena saya hanya lewat saja,

dan banyaknya berita tentang kekerasan yang di dokumentasikan di dalam video handphone, di mana banyak sekali temannya yang menonton dan memberi semangat dengan cara berteriak-teriak agar salah satu dari mereka menang,
dan semuanya itu membuatku bertanya, apakah semua itu adalah sebuah tindakan kepedulian? atau sebuah kehausan manusia akan kebrutalan?

Kamis, 04 Juni 2009

agama

agama memiliki sebuah tembok yang membatasi semua yang di dalamnya dengan bagian luar, dan memiliki paham dimana semua yang diluar merupakan sebuah kesalahan,
mungkin ini benar, sebagai sebuah promosi dan iklan semua agama mengklaim bahwa mereka adalah yang paling benar, dengan tujuan untuk menguji kesetiaan mereka dan kepercayaan mereka, karena jika untuk hal-hal mendasar saja orang tidak bisa setia dan percaya dia tidak akan bisa setia dan percaya pada hal-hal lain.
sayangnya kenyataan sudah berbeda, tembok-tembok keagamaan sekarang menjadi seperti tembok kerajaan dimana setiap wilayah memiliki bendera masing-masing yang dijadikan sebuah identitas untuk berperang, sekali lagi disfungsi agama ( selain uang yang sudah terlebih dulu membuat agama menjadi busuk) membuat saya kembali bersyukur karena tidak berada dalam tembok-tembok itu, tetapi semua itu membuat dunia ini semakin terancam,karena perangyang akan menghancurkan dunia ini adalah perang atas nama agama.
sekarang saya selalu berharap semua yang dicita-citakan kaum illuminati segera terwujud, yaitu untuk merubuhkan semua tembok-tembok itu dan menyatukan semuanya di bawah tuhan yang baru yaitu sains, dan mewujudkan dunia yang baru, walaupun untuk mencapai itu dibutuhkan "kill a million to save a billion" tapi hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia yang berada hampir di titik kehancuran.
atau jika ternyata saya salah dan saya mendapatkan sebuah iman (sebagai sebuah anugrah yang sampai saat ini belum saya dapatkan) dan saya memutuskan untuk kembali ke jalan tuhan, saya akan menyembah tuhan yang satu tuhan yang tidak dibatasi oleh wadah sempit bernama agama.
*walau kemungkinan ini sangat lah kecil.